Selasa, 13 Juli 2010

Belajar dari pencobaan "Manusia hidup bukan dari Roti saja"



Matius 4:3-4 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


Pada bagian terdahulu kita sudah membahas kenapa Tuhan Yesus dibawa ke Padang Gurun, itu karena Tuhan ingin memperlihatkan kepada kita bahwa Padang Gurun adalah tempat yang terbaik untuk mematikan keinginan daging. Mengapa keinginan daging harus dimatikan? Itu karena Tuhan adalah Roh, dan penyembah yang benar adalah penyembah dalam roh dan kebenaran. Itu kita temukan pada ayat dibawah:

Yohanes 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."


Orang yang dipenuhi oleh keinginan daging tidak akan pernah bisa menyembah Bapa dalam roh karena keinginan daging bertentangan dengan keinginan roh. Daging adalah berasal dari debu tanah sebab itu ia senantiasa ingin melakukan apa yang dunia lakukan. Sementara roh berasal dari Bapa sebab itu roh senantiasa ingin melakukan apa yang Bapa inginkan.

Roma 8:6-7 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Karena keinginan daging dan keinginan roh tidak sama maka salah satu harus dimatikan. Mengapa harus dimatikan? Itu karena kita tidak bisa melakukan dua hal yang bertolak belakang bersamaan. Kita tidak bisa menyembah kepada dua tuan. Kita tidak bisa menyembah kepada Bapa dan kepada dunia ini karena salah satu pasti dibenci. Hal itu sesuai dengan ayat dibawah:

Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Oleh sebab itu kita sebagai anak-anak Tuhan, agar kita bisa menyembah Tuhan dengan benar maka kita harus mematikan keinginan daging. Menyembah Tuhan tidak cukup dengan mengakui dalam hati bahwa kita percaya kepada Tuhan. Bukti percaya kepada Tuhan adalah kalau kita melakukan segala perintah-perintahnya. Banyak orang percaya jika Tuhan adalah ALLAH yang penuh kasih, tetapi banyak juga yang tidak percaya bahwa ALLAH itu juga adalah api yang menghanguskan (Ibrani 12:29). Bukti tidak percaya adalah banyak orang yang tidak takut melakukan dosa walau mereka mengaku bahwa mereka adalah Kristen.


Saudaraku, ketika di Padang Gurun, setelah puasa dan merasa lapar maka datanglah iblis mencobai Yesus. Pencobaan pertama adalah iblis minta Yesus untuk mengubah batu menjadi roti. Namun dengan tegas Yesus berkata bahwa manusia hidup bukan dari saja. Mengapa Yesus dengan tegas menolak usulan dari iblis? Ada tiga hal yang akan kita bahas dalam hal ini yaitu:


1. Yesus menegaskan kepada Iblis bahwa Tujuan hidup-Nya datang ke dunia ini bukan untuk makanan jasmani.


Yesus menyadari apa tujuan-Nya datang ke dunia ini. Ia menyadari bahwa Bapa mengutusnya bukan untuk melakukan kehendak sendiri melainkan melakukan kehendak Bapa. Itulah sebabnya Ia berkata “Manusia hidup bukan dari roti saja”.


Saudaraku, kalau kita perhatikan sekeliling kita begitu banyak orang Kristen yang tidak menyadari hal ini. Ada yang demi sesuap nasi mereka rela meninggalkan iman kepercayaannya, ada pula yang demi pasangan hidup bahkan ada pula yang demi jabatan mereka rela meninggalkan Kristus. Tahukah saudara bahwa ketika kita hidup di dalam Kristus kita adalah anak-anak sulung Tuhan? Ya, hidup dalam Kristus adalah berkat kesulungan. Namun demi semangkuk kacang merah banyak orang Kristen yang menjual berkat itu.


Hal yang sama pernah terjadi dengan Esau, demi semangkuk kacang merah, Esau menjual berkat kesulungan itu. Ini adalah gambaran dari orang-orang yang menjual imannya hanya karena demi kebutuhan hidup. Kepercayaan terhadap Kristus dianggap sepele. Namun ketika Esau menyadari kesalahannya, tidak memiliki kesempatan lagi. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:


Kejadian 27:34-35 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu."

Demikian juga halnya bagi orang Kristen yang telah menjual imannya tidak akan diperbaharui lagi sedemikian rupa. Hal itu kita temukan pada ayat dibawah:

Ibrani 6:4-6 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.


Oleh sebab itu,mari kita menyadari bahwa tujuan hidup kita bukanlah untuk memenuhi kebutuhan hidup saja. Tujuan hidup kita adalah untuk melakukan kehendak Allah melalui firman-firman-Nya. Jangan jual iman demi apapun, apakah itu demi makanan, demi pasangan hidup ataupun demi jabatan.

2. Yesus tidak mau tunduk pada perintah iblis dan memberi kesempatan kepada Iblis.

Saudaraku, yang kedua mengapa Yesus tidak mau mengubah batu menjadi roti adalah karena Yesus tidak mau tunduk pada perintah dan memberi kesempatan serta celah bagi iblis. Kalau Yesus mengubah batu menjadi roti itu sama artinya dengan Yesus mau diperintah iblis. Dan kita ketahui bahwa Yesus dengan tegas menolak perintah itu karena Yesus hanya mau melakukan dan tunduk pada perintah Bapa dan tidak memberi kesempatan kepada iblis.

Ada ayat mengatakan janganlah beri kesempatan kepada iblis, itu kita temukan di Efesus 4:27. Ketika iblis di beri kesempatan maka ia akan masuk dan menghancurkan. Ada banyak orang yang hancur karena memberi iblis kesempatan untuk memerintah dalam hidupnya. Iblis tidak pernah membawa damai dan kebaikan melainkan membawa kecelakaan dan kehancuran. Tuhan tidak pernah memberikan rancangan kecelakaan dalam hidup kita, tetapi rancangan iblis adalah rancangan kecelakaan yang membawa manusia kedalam jurang maut. Oleh sebab itu saudaraku, janganlah mau memberi kesempatan dan diperintah oleh iblis.

3. Yesus tidak menggunakan kuasa yang diberikan pada-Nya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Yesus adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia, oleh sebab itu kuasa-kuasa Allahpun mengikuti-Nya. Jika Yesus sanggup membangkitkan orang mati bukankah mengubah batu menjadi roti adalah masalah kecil? Jika Dia sanggup menciptakan langit, bumi beserta isinya, apa susahnya mengubah batu menjadi roti? Namun mengapa Yesus tidak melakukannya? Bukankah ia sanggup?


Saudaraku, satu hal yang harus kita sadari bahwa Tuhan tidak mau mengubah batu menjadi roti karena Tuhan ingin menyalah gunakan kuasa yang ada pada-Nya untuk kepentingan sendiri terlebih lagi demi kepentingan masalah perut. Ini memberikan teladan kepada kita agar jangan menggunakan kuasa Tuhan hanya untuk kepentingan sendiri, apakah itu demi kepentingan pribadi, golongan apalagi demi kepentingan perut. Jika Tuhan mengaruniakan kepada kita karunia-karunia untuk melakukan mujizat, lakukanlah itu untuk kemuliaan Tuhan. Jangan gunakan karunia-karunia itu untuk mencari kekayaan dunia ini. Tuhan memberikan karunia itu untuk kepentingan kerajaan Allah bukan untuk kepentingan dunia ini.


Dalam alkitab ada ayat mengatakan bahwa pada akhir zaman akan ada orang yang ditolak walaupun sudah banyak melakukan karunia mujizat, itu kita temukan pada ayat dibawah :


Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Mereka ditolak karena melakukan kejahatan. Kejahatan apa yang mereka lakukan adalah menyalah gunakan karunia dan kuasa yang Tuhan berikan bukan untuk kepentingan Tuhan melainkan untuk kepentingan dan kemuliaan pribadi. Oleh sebab itu saya mengajak para pelayan-pelayan dan hamba-hamba Tuhan yang mendapat karunia dan kuasa untuk melakukan Tuhan, marilah berhati-hati dan menyadari bahwa Tuhan memberikan kuasa kepada kita itu semuanya demi kerajaan Allah, bukan demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Tuhan memberikan karunia dan kuasa untuk melakukan mujizat bukan untuk kemuliaan diri sendiri. Sebab yang hebat bukan kita melainkan Tuhan. Jangan seperti bulan yang di puja keindahan sinarnya pada malam hari padahal yang sebenarnya itu bukan sinarnya melainkan sinar matahari yang dipantulkannya. Jika kita memiliki karunia untuk melakukan mujizaat itu bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, tetapi itu karena kuasa Tuhan yang di berikan kepada kita. Dan jangan pula gunakan karunia itu demi kepentingan perut, sebab Yesus telah memberi teladan yaitu walaupun tubuh-Nya hampir mati karena kelaparan, Yesus tidak menggunakan kuasa yang ada pada-Nya untuk kepentingan perut-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.



0 komentar:

Poskan Komentar